Cara Menentukan Spesifikasi Pompa

Cara Menentukan Spesifikasi Pompa

Cara Menentukan Spesifikasi Pompa – Setelah kita mengetahui bagaiamana sistem pompa dan kegunaanya, kali ini kita akan menentukan bagaimana spesifikasi pompa.

Dalam menentukan spesifikasi pompa itu tergantung pada penggerak dan putaran, jenis impeler, jumlah tingkat, dan bahan. Berikut merupakan hal – hal dalam penentuan spesifikasi pompa:

  • Pemilihan Penggerak dan Putaran.

Penggerak mulai yang akan dipakai harus disesuaikan dengan kondisi pelayanan pompa serta ketersediaan tenaga. penggerak mulai yang dipakai untuk menggerakkan pompa antara lain: motor listrik, motor toak, turbin uap, dan turbin gas.

Motor listrik dan motor torak merupakan penggerak yang sering digunakan untuk aplikasi umum, sedangkan turbin uap dan turbin gas untuk aplikasi khusus di dalam industri.

  • Pemilihan Jenis Impeler.

Saat memilih jenis impeler, ada dua aspek yang harus dilihat, yaitu kecepatan spesifik pompa dan sifat fluida yang akan dilayani. kecepatan spesifik akan menentukan impeler yang dipakai, impeler aliran radial, aliran aksial, atau aliran campuran. sedangkan sifat fluida yang akan dilayani menentukan bahan dan bentuk impeler.

Pemilihan jenis impeler berdasarkan kecepatan spesifik dapat dilakukan dengan mengacu pada gambar dibawah ini berdasarkan head dan kapasitas.

Diagram-pemilihan-pompa
repository.usu.ac.id
  • Pemilihan Jumlah Tingkat.

Semakin tinggi head yang dilayani pompa maka perbandingan antara diameter luar dan diameter dalam impeller menjadi semakin besar. Dengan bertambah besarnya D2/D1, maka tegangan yang ditimbulkan oleh gaya sentrifugal akan menjadi semakin besar pula.

Semakin itu rugi-rugi yang terjadi pada impeller juga semakin besar karena saluran semakin sempit dan panjang. Head yang terlalu tinggi juga akan menyebabkan meningkatnya kebocoran fluida dari sisi keluar kebagian sisi masuk.

  • Pemilihan Bahan.

Pemilihan bahan pompa harus disesuaikan dengan fluida yang akan dipakai. Sifat – sifat fluida memiliki pengaruh langsung terhadap bahan yang akan dipakai pada pompa.

Baca Juga  HUT ALKONUSA Ke-18, Goes to Banyuwangi

Pengaruh utama fluida terhadap bahan adalah perkaratan atau korosi dan pengikisan atau abrasi. Selain reaksi perkaratan, reaksi kimia lain antara fluida dan bahan pompa juga harus diperhatikan.

Baca Juga

  • Mengenal Pompa ReciprocatingMengenal Pompa Reciprocating Mengenal Pompa Reciprocating - Setelah kemarin membahas mengenai pengertian pompa dan kegunaannya, kali ini kita akan membahas mengenai pompa reciprocating di dunia […]
  • Sistem Pompa dan KegunaanSistem Pompa dan Kegunaan Sistem Perpompaan dan Kegunaannya - Pompa merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk mengubah energi mekanik (Dari mesin penggerak pompa) menjadi energi […]
  • Pengertian Pompa Sentrifugal dan Prinsip KerjanyaPengertian Pompa Sentrifugal dan Prinsip Kerjanya Pengertian Pompa Sentrifugal dan Prinsip Kerjanya - Pompa Sentrifugal merupakan jenis pompa yang paling banyak dipakai, dalam dunia kontraktor mekanikal elektrikal, […]
  • Mengenal Pompa DiafragmaMengenal Pompa Diafragma Mengenal Pompa Diafragma - Setelah sebelumnya membahas mengenai Pompa Reciprocating, kali ini kita akan membahas mengenai Pompa Diafragma. Pompa Diafragma merupakan […]
  • Tanda Terjadinya Kavitasi pada PompaTanda Terjadinya Kavitasi pada Pompa Tanda Terjadinya Kavitasi Pada Pompa - Kavitasi merupakan fenomena perubahan fase uap dari zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah […]
  • Cara Menentukan Jenis Lift yang Harus DigunakanCara Menentukan Jenis Lift yang Harus Digunakan Cara Menentukan Jenis Lift yang Harus Digunakan - Mekanisasi bangunan, terutama untuk suatu bangunan yang tinggi semakin hari semakin menonjol seiring dengan […]